Archive

Archive for 2009

Find & Fix Problem With Transparency & Other Visual Effect (Windows 7)

December 30th, 2009 Ahlul Faradish 6 comments

This is Indonesian tutorial, so just follow the pictures if you cant understand the language.

TUTORIAL INI BEBAS DI COPY PASTE DAN DIANJURKAN UNTUK DISEBAR LUASKAN DENGAN CATATAN MOHON DISERTAKAN LINK KE SITUS PENULISNYA

Windows 7 merupakan sistem operasi yang cepat berkembang ketimbang windows Vista. Hal ini menurut saya dikarenakan struktur dan platformnya tidak begitu berbeda dengan XP jadi ketika migrasi pun tidak mengalami masalah, dulu saat migrasi ke Vista sya merasa canggung namun tidak begitu dengan Windows 7.

Nah pada tutorial ini saya ingin menjelaskan tentang efek transparan pada window atau taskbar di Windows7.

Pada settingan default atauy standar, seharusnya taskbar ataupun window dari Windows 7 adalah transparan, jadi background atau window dibelakangnya akan membias.

Namun jika tidak memenuhi syarat kebutuhan dari efek tersebut maka Windows 7 akan menonaktifkannya. Penyebabnya diantaranya adalah:

  • Grafik anda belum support atau belum ada WDM nya.
  • Ada konflik dengan program lain sehingga fitur ini dimatikan oleh Windows 7 untuk menghindari error

Cara untuk memperbaikinya adalah sangat gampang:

  1. Buka Menu Start, dan ketik Aero
    aero
    Kliklah “Find & Fix Problem With Transparency & Other Visual Effect”
  2. Ketika muncul window baru klik next
    ScreenHunter_01 Dec. 30 19.50
  3. Selanjutnya maka aero akan melakukan deteksi sistem, video card, memori dan lain-lain.
  4. Nah terakhir setelah sistem menjalankan pemeriksaan maka akan didapatkan info darimana asal masalah:
  5. ScreenHunter_03 Dec. 30 19.56Nah seharusnya sekarang jika sudah ketemu masalahnya maka window adan kembali transparan, tapi jika penyebabnya adalah ada kesalahan hardware maka windows 7 akan melakukan pengecekan sendiri jika Anda online, jika tidak maka window 7 akan memberikan pilihan-pilihan lain.

Berikut tampilan window transparan

aero

Semoga membantu

Find & Fix Problem With Transparency & Other Visual Effect”Find & Fix Problem With Transparency & Other Visual Effect”

Ajakan: Jangan Asal Bikin Status!

December 29th, 2009 Ahlul Faradish 32 comments

:) Sebelumnya mohon diperhatikan ajakan ini bukan tentang pelarangan atau sesuatu yang tidak diperbolehkan.

FACEBOOK, YAHOO MESSENGER, TWITTER mungkin saat ini bukan barang asing lagi buat umat manusia :)

Mungkin satu hari umat dunia menghabiskan ber-Terra2 bytes bandwith untuk mengakses jejaring sosial di atas.

Berbagai aktifitas yang memanjakan penggunanya membuat jejaring sosial tersebut makin eksis di dunia Internet.

Salah satu fungsi yang sama yang dimiliki ketiga jejaring sosial ini adalah UPDATE STATUS.

Ha2 siapa yang tidak kenal dengan update status…

Hampir 100% pengguna selalu mengupdate status mereka saat menggunakan layanan jejaring tersebut.

Update status bisa berisikan apa saja, mulai dari yang sifatnya cuma pemberitahuan, sampai bahkan status yang sifatnya hinaan pun juga ada, dan berbagai macam jenis lainnya.

Nah sehubungan dengan ini lah maka pada posting ini saya mengajak semua agar alangkah baiknya jika kita lebih banyak menulis status-status bermanfaat, kategorinya bisa saja bermacam-macam seperti:

  • Kata bijak
  • Nasehat
  • Informasi Positif
  • dll

Apakah Anda tertarik berpartisipasi?

Jika Anda mendukung ajakan ini Anda bisa saja dengan:

Bergabung di: http://www.facebook.com/pages/Ajakan-Jangan-Asal-Bikin-Status/227312747067
Atau nge-tweet di: https://twitter.com/janganasal

Atau bagi anda yang punya blog bisa menaruh di sisi blog Anda:

jangan-asal

Untuk kodenya bisa anda copy dan paste yang berikut ini:

<a href='http://ahlul.web.id/blog/2009/12/29/ajakan-jangan-asal-bikin-status.html'><img src='http://ahlul.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/12/jangan-asal.gif' alt='Jangan Asal Bikin Status'></a>

Mari inspirasikan lingkungan Anda lewat status ;)

Kemana data transaksi penyelewengan dana century?

December 9th, 2009 Ahlul Faradish 4 comments

“BI Bantah telah menghapus data transaksi century dari server”

Begitulah yang saya baca barusan dari layar TVOne yang membuat saya kembali ingat tentang sebuah pikiran beberapa minggu lalu.

Saya rasa ada yang aneh juga pada kasus ini karena kemana dan bagaimana kabar kasusnya?

Sempat terpikir oleh saya begini:

  1. KPK atau ada instansi lain ingin usut Century
  2. KPK diberi masalah, dan akhirnya berseteru dengan polisi
  3. Saat KPK dan Polisi menyelesaikan masalah data transaksi Century di raibkan
  4. KPK dan polisi serta jaksa rujuk lagi seakan masalah sudah terselesaikan
  5. Century kembali di usut

He2, nah kenapa saya kaitkan. Karena memang terkait klo kita lihat Kasus penahanan KPK kemaren dengan Century, jadi wajar klo pemikiran ini bergulir.

Nah siapa yang menghapusnya? Saya rasa itu tugas yang berwenang untuk mengusut.

Dugaan ini sah-sah saja mengingat tidak kunjung selesainya masalah ini.

Ataukah ada pihak-pihak yang memanfaatkan kebiasaan orang indonesia?
Biasanya orang indonesia jika kasusnya sudah terlalu lama akan bosan sendiri dan melupakan kasus tersebut?

Ha2.. moga2 kasusnya refresh lagi dan kasus2 lain juga.. seharusnya tuntaskan semua kasus korupsi agar jelas siapa biangnya dan hukum seberatnya agar tidak ada yang korupsi lagi..

Categories: Hot News!, Khas Ahlul, Lagi Iseng Tags:

Dijual: Acer NetBook Aspire one D250-1BGb inc 3G (seken/second/2nd)

October 23rd, 2009 Ahlul Faradish 5 comments

Pemakai sebelumnya: Ibu-ibu rumah tangga, jadi kondisi bisa dibilang masih 99%, plastik segel awal masih terpasang.

Tujuan pemakaian sebelumnya: Hanya untuk facebookan saja

Alasan dijual: sudah bosan main facebook, he2.

Status Garansi: MASIH GARANSI 6 BULAN RESMI ACER INDONESIA

Foto:

23102009532

Spesifikasi:

Processor: Intel Atom N280 1,66Ghz 667Mhz FSB, 512KbL2

Memory: 1 GB DDR2 533MHz

Storage & Drive: 160 GB 5400 RPM, No Optical Drive

Interfaces: 3x USB 2.0, VGA, LAN, Audio, Card Reader

Screensize/Graphic Adapter: 10.19in WSVGA high-brightness (1024 x 600 pixel)

Communications: 3G, WiFi, LAN, Webcam

Pre Installed Softwares: Genuine Microsoft Windows XP Home

Weight: 1.26 kg (w/ 6-cell battery pack)

Harga Baru: Rp. 5.440.000 (info klik disini)

Nah minat? Ini laptop cuma dijualkan dengan harga Rp. 4.200.000,-

Hubungi 085228331826

Categories: Khas Ahlul, Lagi Iseng, Windows Tags:

Repost: Virus, Namru 2 dan Ibu Menkes Baru

October 22nd, 2009 Ahlul Faradish 1 comment

Sumber: http://serbasejarah.wordpress.com/2009/10/22/virus-namru-2-dan-ibu-menkes-baru/


Ibu Menkes Baru : Endang Rahayu Setyaningsih

Menteri Kesehatan terpilih Endang Rahayu Setyaningsih adalah staf Departemen Kesehatan, yang paling ‘dekat’ dengan Namru (The US Naval Medical Reseach Unit Two) atau Unit 2 Pelayanan Medis Angkatan Laut.Endang adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1979, dan memperoleh gelar master dan dokter dari Harvard School of Public Health, Boston, masing-masing tahun 1992 dan 1997. Ia menjalani karier di bidang kesehatan dengan menjadi dokter puskesmas di NTT dan pernah menjadi dokter di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Ia juga pernah ditugaskan di Kanwil Departemen Kesehatan DKI Jakarta menjadi seorang peneliti, dan pernah menjabat Kepala Litbang Biomedik dan Farmasi Departemen Kesehatan.

“Dia (Endang) adalah mantan pegawai Namru. Dia memang sekarang ini tidak mempunyai jabatan khusus sebagai peneliti biasa,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam perbincangan dengan TvOne, Rabu, 21 Oktober 2009.

Dipilihnya Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II membuat kaget Siti Fadilah Supari. Siti yang masih menjabat Menkes hingga pelantikan menteri baru Kamis besok, tidak habis pikir, kenapa Endang yang terpilih.

“Semua juga kaget, ternyata, kok bisa dia. Dia itu eselon II dan tidak punya jabatan,” kata Siti dalam perbincangan dengan tvOne setelah Yudhoyono mengumumkan susunan KIB II, Rabu 21 Oktober 2009.

Menurut Siti Fadilah, Endang memang lulusan dari Amerika Serikat. Siti melanjutkan, Endang dikenal sebagai staf Departemen Kesehatan yang ‘dekat’ dengan Namru.

“Ibu Endang ini adalah orang yang paling dekat dengan Namru diantara dengan semua pegawai Depkes,” ujar Siti Fadilah.

Meski pun bekerja di Depkes, kata dia, pekerjaan sehari-hari Endang hanya di laboratorium. “Tapi disertasinya di masyarakat. Dia tidak punya pengalaman di puskermas. Tapi saya melihat kecerdasannya,” kata Siti.

Maka itu, Siti Fadilah berharap untuk periode mendatang, Endang Setyaningsih dapat mengikuti kebijakan yang sudah diambil sebelumnya.

“Dimana Namru, sudah secara resmi sudah tutup. dan saya mohon, ini jangan dibuka lagi,” ujar dia. (sumber berita)

Munculnya nama Endang Rahayu Sedyaningsih di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II, Rabu (21/10), memunculkan tudingan dia terlalu pro Amerika Serikat. Tetapi hal itu dibantah oleh mantan staf peneliti Namru 2 itu.

Endang mengakui bahwa semasa Menkes Siti Fadhilah Supari, dia sempat diskors karena dianggap berpihak kepada AS dalam soal virus flu burung. “Bagi saya ini persoalan yang tidak penting-penting amat. Dan ini wajar kalau atasan tidak senang kemudian menskors bawahannya,” kata Endang dalam wawancara dengan Media Indonesia, Rabu (21/10) malam. (sumber)

Ada apa dengan NAMRU 2 ?

Dalam Lembar Fakta tentang NAMRU-2 yang ada di situs Kedubes Amerika Serikat dinyatakan bahwa Naval Medical Research Unit No. 2 (NAMRU-2) adalah sebuah laboratorium penelitian biomedis yang meneliti penyakit menular demi kepentingan bersama Amerika Serikat, Departemen Kesehatan RI, dan komunitas kesehatan umum internasional. NAMRU-2 didirikan pada tahun 1970 sesuai permintaan Departemen Kesehatan RI.

Kegiatan penelitian bersama ini menitikberatkan pada malaria, penyakit akibat virus seperti demam berdarah, infeksi usus yang mengakibatkan diare dan penyakit menular lainnya termasuk flu burung. Penelitian NAMRU-2 hanya berhubungan dengan penyakit-penyakit tropis yang terjadi secara alamiah.

Laboratorium Namru berada di kompleks Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan di Jalan Percetakan Negara, Jakarta.

Kenapa NAMRU bisa bercokol begitu lama di Indonesia ? Apa yang mereka cari di negara kepulauan ini, dan apa manfaat kehadiran mereka bagi Indonesia ? Dan, kenapa lembaga dari Amerika Serikat ini terkesan begitu misterius ? Banyak sekali pertanyaan yang tak terjawab mengenai lembaga riset ini. Dan aku berani memastikan, tak satu pun wartawan di Indonesia memiliki akses ke lembaga ini; malahan mungkin mereka pun tak pernah tahu keberadaan NAMRU.

Siti Fadilah Supari telah melarang semua rumah sakit di Indonesia untuk mengirimkan sampel virus flu burung ke laboratorium Namru. Sebab, kontrak kerjasama dengan Namru telah berakhir sejak Desember 2005.

Pakar intelijen Laksamana Muda (Purn) Subardo tetap meyakini keberadaan laboratorium medis milik angkatan laut AS, The U.S. Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) merupakan alat intelijen AS. Hal ini diyakini Subardo berdasarkan penilaiannya selama lebih dari 30 tahun bekerja di bidang intelijen serta pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) tahun 1986-1998.

“Kalau saya pribadi yakin itu ada motif intelijen dari Amerika. Saya kan kerja di bidang intelijen ini sejak Letnan hingga Bintang Dua (laksmana muda). Lebih dari 30 tahun,” kata Subardo di sela-sela Seminar Hari Kesadaran Keamanan Informasi (HKKI) di Fakultas MIPA UGM, Yogyakarta, Jumat (25/4/2008).

Meski meyakini keberadaan NAMRU-2 terkait operasi intelijen milik AS, Subardo, mengaku dirinya tidak lagi mempunyai wewenang menangani persoalan tersebut. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah khususnya melalui Badan Intelijen Negara (BIN).

“Saya tidak punya wewenang lagi. Itu urusannya pemerintah dan BIN. Saya hanya mengungkapkan ini agar kita lebih waspada, sebab penyadapan informasi melalui intelijen ada di mana-mana,” tegasnya.

Menurut dia kesadaran akan keamanan informasi di Indonesia sampai saat ini masih cukup lemah. Hal ini terbukti dari laporan Lemsaneg beberapa waktu lalu yang menemukan bukti dari 28 kantor Kedubes Indonesia di Luar Negeri, sebanyak 16 diantaranya telah disadap sehingga harus dilakukan pembersihan dan pembenahan. Kasus ini menurutnya sebagai preseden buruk bagi Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan informasi.

“Sekitar 16 kedubes yang disadap di luar negeri. Jelas hal itu sebagai preseden buruk agar kita lebih berhati-hati melakukan pengamanan, khususnya informasi,” imbuhnya. (sumber detiknews)

Kontroversi keberadaan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2) di Indonesia rampung sudah. Tercatat sejak 16 Oktober 2009, Namru-2 sudah tidak beroperasi lagi.

“Surat resmi penghentian kerjasama dengan Namru resmi dilayangkan dubes AS di Indonesia tanggal 16 Oktober kemarin. Jadi perjanjian yang diawali 16 Januari 1970 sudah resmi berakhir 16 Oktober kemarin,” ujar mantan Menkes Siti Fadilah Supari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2009)

Siti Fadilah mengatakan dirinya keberadaan Namru-2 mengganggu kedaulatan Indonesia. Sebab, pusat penelitian itu meneliti virus yang dilakukan Angkatan Laut AS.

“Saya tidak akan rela kalau di wilayah yang berdaulat ini ada penelitian tapi ada militernya, tapi kok tidak jelas. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” harapnya.

Oleh karena itu Siti Fadilah berharap pada penerusnya, Endang Rahayu Edyaningsih, agar tidak membuka lagi Namru-2. Dia yakin Endang bisa melanjutkan kebijakannya tersebut. “Saya kira Ibu Endang bisa mengikuti langkah-langkah yang telah kita ambil pada periode ini, di mana Namru sudah secara resmi ditutup, dan saya mohon jangan dibuka lagi,” katanya. (sumber)

Saatnya Dunia Berubah

Saatnya-dunia-berubahBagi Anda yang masih percaya akan adanya nasionalisme dan keadilan global dalam hubungan internasional maka wajib hukumnya untuk membeli buku ini. Buku ini sebenarnya catatan harian dari Ibu Menteri Siti Fadilah Supari ketika memperjuangkan transparansi dan keadilan dalam organisasi kesehatan dunia, WHO (World Health Organization). Ceritanya berawal ketika banyak negara (termasuk Indonesia) dilanda bencana virus Flu Burung. WHO mewajibkan negara-negara yang menderita virus Flu Burung untuk menyerahkan virusnya ke laboratorium mereka. Namun anehnya, hasil penelitian dari virus tidak diberikan kepada negara penderita (affected countries). Tiba-tiba vaksinnya sudah ada dan dijual secara komersial. Vietnam, contohnya, memiliki banyak penderita penyakit Flu Burung. Vietnam pun memberikan sampel virusnya ke WHO. Tidak ada vaksin yang didapat malah terpaksa untuk membeli vaksin Flu Burung dari salah satu perusahaan farmasi AS dengan harga mahal. Darimana vaksin itu berasal kalau bukan dari sampel virus flu burung Vietnam?

Ibu Menteri mencium aroma kapitalistik dari negara-negara maju, sebut saja, Amerika Serikat. Jelas saja ini akan sangat merugikan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya apabila memberikan virus Flu Burung namun tidak mendapatkan vaksinnya. Ada dugaan kalau WHO justru menjual kembali virus itu kepada perusahaan farmasi AS untuk dibuatkan vaksinnya yang akan dijual secara komersial kepada negara-negara yang menderita pandemi Flu Burung. Hal ini semakin jelas ketika pihak WHO yang diwakili Dr. Heyman mendatangi Ibu Menteri Kesehatan memaksa Ibu Siti Fadilah untuk memberikan sampel virus Flu Burung Indonesia kepada WHO. Dari hasil sebuah penelitian, virus Flu Burung ala Indonesia memiliki tingkat keganasan yang sangat tinggi. Vaksin flu burung yang sudah ada waktu itu tidak mampu mengatasi virus Flu Burung ala Indonesia. Ibu Menteri Kesehatan menyadari bahwa virus Flu Burung ala Indonesia yang sangat dibutuhkan WHO adalah sebuah bargaining power untuk mereformasi WHO yang tidak adil dan menguntungkan AS saja.

Dimulailah pertarungan antara Daud dan Goliat. Daud yang diwakili Menteri Kesehatan RI melawan Goliat yang diwakili WHO dan AS. Sangat seru membaca bagaimana Ibu Menteri Kesehatan berjuang menghadapi perwakilan WHO yang sangat ngotot meminta RI memberikan virus Flu Burung tanpa syarat. Meskipun berlatar belakang dokter, Ibu Menteri berusaha belajar bagaimana berdiplomasi multilateral di tingkat organisasi internasional. Untunglah DEPLU RI bersedia membantu Ibu Siti Fadilah dalam menggalang dukungan dari negara lain untuk proposal Indonesia. Bu Siti Fadilah pun cukup lihai dalam menggunakan media internasional untuk menyudutkan WHO dan AS. Beberapa kali media internasional seperti The Economist, Guardian mendukung dan memuji perjuangan Ibu Siti Fadilah. Anehnya, media nasional dan anggota DPR justru mencaci maki gerakan ini (mungkin karena keterbatasan informasi dan sibuk buat “UUD“).

Sangat seru membaca dialog-dialog antara Ibu Siti Fadilah dengan pejabat-pejabat WHO seperti David Heyman dan Margareth Chan. Terjadi beberapa kali pertemuan menegangkan antara Ibu Siti Fadilah Supari dengan WHO. Bahkan, pejabat-pejabat senior AS sendiri sempat bertemu dua kali dengan Ibu Siti Fadilah membujuk Ibu Siti Fadilah membatalkan niat Indonesia untuk mereformasi WHO. Meskipun berdarah Jawa, bagi saya Ibu Siti Fadilah ini orang Batak tulen. Tidak ada basa-basi, langsung menusuk ke inti persoalan. Bahkan ketika memberikan pidato di depan majelis sidang World Health Assembly, Ibu Siti Fadilah tidak sungkan menuduh pabrik farmasi AS dapat membuat senjata biologi melalui virus Flu Burung ini. Telinga pejabat AS pun panas mendengar hal ini. Ibu Siti Fadilah pun sangat tegar dalam prinsip dengan cerdas mencari solusi permasalahan. Dalam beberapa sidang, deadlock hampir terjadi. Pak Makarim Wibisono, duta besar Indonesia untuk PBB pun sempat menyerah terhadap situasi sidang. Tetapi Ibu Siti Fadilah tetap tegar dengan mencari berbagai senjata ampuh untuk menaklukkan AS. Dan akhirnya ketemu satu senjata ampuh untuk tidak terjadi deadlock!

Menarik juga untuk mengikuti sisi religius dari perjuangan reformasi WHO ini. Ketika ketika terjadi keterlambatan penerbangan dari Iran ke Jenewa, Ibu Siti Fadilah hampir tidak bisa mengikuti proses sidang World Health Assembly yang menentukan apakah agenda Indonesia diluluskan atau tidak. Tapi untungnya, sidang WHA pun terlambat sehingga Ibu Siti Fadilah dapat menyampaikan pidatonya untuk meyakinkan proposal Indonesia. Ada satu kejadian seru lagi dimana ketika memasuki persidangan, agenda Indonesia tidak mendapat satupun dukungan (co-sponsorship) dari negara-negara anggota WHO. Namun menjelang detik-detik akhir, Iran datang dan menandatangi co-sponsorship dan membantu mencarikan dukungan dari negara-negara muslim dan sosialis. Indonesia akhirnya didukung oleh semua negara anggota WHO dan tidak ada yang mendukung AS. Luar biasa! Ibu Siti Fadilah sangat yakin kalau Tuhan yang Maha Kuasa berada di balik perjuangannya.

Bagi yang penasaran dan ingin mengetahui bagaimana AS melalui WHO berupaya membujuk Indonesia membatalkan rencana reformasi WHO, segeralah membeli buku ini. Akan terlihat sangat nyata bahwa AS di berbagai arena internasional memiliki segudang pengaruh untuk merealisasikan kepentingan negaranya. Entah melalui pemberian uang, bantuan atau bahkan sanksi. Saya sungguh menikmati buku ini, bahkan beberapa kali saya merinding ketika membaca buku ini. Rupanya masih ada satu kejadian dimana kapitalisme egoistik global yang biasanya memangsa negara berkembang bisa dipadamkan oleh seorang pejabat senior di Republik Indonesia. Terima kasih Ibu Siti Fadilah Supari atas perjuangannya! (sumber artikel)

Berikut adalah kutipan dari berbagai pihak dan media terhadap buku dan perjuangan yang dilakukan oleh Siti Fadilah :

  1. “Keberhasilan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mereformasi WHO adalah contoh sangat bagus keberhasilan perjuangan berdiplomasi kelas dunia secara modern.” Prof. Dr. Juwono Soedarsono, Menteri Pertahanan Indonesia.
  2. “For the sake of basic human interests, the Indonesian government declares that genomic data on bird flu viruses can be accessed bu anyone”. With those words, spoken on August, 3rd, Siti Fadilah Supari started a revolution that could yet save the world from the ravages of a pandemic disease. That is because Indonesia’s health minister has chosen a weapon that may prove more useful than todays best vaccines in tackling such emerging threats as avian flu: transparency. The Economist, London (UK), August 10th, 2006 (sumber)

Apa yang dikhawatirkan Oleh Menkes lama?

sitifadilahCeritanya bermula dari paksaan WHO terhadap Indonesia agar mengirimkan virus flu burung H5N1 strain Indonesia yang melanda negeri ini dua tahun lalu ke WHO Collaborating Center (CC) untuk dilakukan risk assesement, diagnosis, dan kemudian dibuatkan seed virus. Entah bagaimana caranya, virus asal Indonesia itu berpindah tangan ke Medimmune dan diolah menjadi seed virus. Hebatnya, seed virus ini diakui sebagai miliknya karena diolah dengan teknologi yang sudah mereka patenkan. Indonesia, yang memiliki virusnya tidak punya hak apa-apa. Padahal, dengan seed virus inilah perusahaan swasta itu membuat vaksin yang dijual ke seluruh dunia dengan harga mahal.

Bagi Siti Fadilah, hal ini aneh. Yang memiliki teknologi mendapatkan hak amat banyak. Sebaliknya, yang memiliki virus tidak dapat apa-apa. “Sehebat apapun teknologi Medimmune, jika ditempelkan di jidatnya kan tidak akan menghasilkan seed virus H5N1 strain Indonesia,” kata lulusan kedokteran Universitas Gadjah Mada yang juga lulus program doktor di Universitas Indonesia itu dalam bukunya yang berjudul Saatnya Dunia Berubah – Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung

Siti Fadilah melihat ketidakadilan itu — yang ternyata sudah berlangsung selama 60 (enam puluh) tahun dilakukan oleh WHO. Tergeraklah nuraninya. Ia sadar, dirinya hanyalah seorang Menteri Kesehatan dari negara bukan super power. Namun, ia berpikir dan bergerak cepat. Nalurinya mengatakan, kalau bahwa pemaksaan pengiriman virus ke WHO adalah salah satu kunci lingkaran setan. Maka kalau ia enggan mengirimkan virus itu, dunia akan bereaksi. Intuisinya benar. Dunia bereaksi. Negara barat — terutama pemerintah dari negara penghasil vaksin — geger. Mereka takut virus tersebut menyebar ke seluruh dunia dan terjadi pandemi.(sumber)

Indonesia dan WHO telah menjalin kesepakatan tentang pengiriman virus dengan cara baru, yang memberikan akses vaksin terhadap negara pengirim virus. Siti Fadillah Supari berharap Menteri Kesehatan yang baru, Endang Sedyaningsih, tidak mengubah kesepakatan itu.

“Saya khawatir kalau policy tentang virus yang ditandatangani WHO. Jangan sampai diubah!” kata Siti di rumah dinasnya, Jl Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2009).

Dikatakan Siti, persoalan virus sangat penting karena menyangkut ketahanan nasional. Dia berharap penggantinya mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi.

“Saya kira dia yang bisa mengerti. Saya harap dia punya jiwa nasionalis sehingga bisa meneruskan apa-apa yang bisa dicapai di WHO,” kata perempuan asal Solo, Jawa Tengah itu.

Jika ternyata tidak? “Saya akan berteriak. Saya harap semua ikut mengawal,” pungkasnya. (sumber)

Catatan : Sepertinya memang terlalu dini untuk menilai kemana arah esbeye jilid dua hanya saja ada kata kunci yang dikhawatirkan oleh Siti Fadillah Supari tentang WHO, Amerika Serikat dengan NAMRU-2 dan Virus. Kenapa pejabat eselon II yang jadi Menteri Kesehatan? Kenapa Endang Rahayu Setyaningsih baru muncul saat detik-detik menjelang pengumuman KIB jilid 2? TITIPAN SIAPAKAH BELIAU ???

Sampai Lupa kalau lagi Gempa @-)

September 2nd, 2009 Ahlul Faradish 2 comments

Hui hui hui :D

Barusan gempa sepertinya di pulau jawa dan lumayan lama.

Tapi anehnya baru tau bebebrapa puluh detik kemudian, awalnya cuma mikir kok ini pusing lagi sampai perasaannya goyang-goyang. Trus lagi-lagi natapin layar laptop, wah kok tambah pusing perasaannya :D n makin goyang-goyang.

Akhirnya saya berdiri dari kursi panas, tak perhatikan meja walah iya rupanya GEMPA :D

Wakakakak.. itu saking biasanya pusing ga tau kalau ada gempa :p

Mengapa semua(terosis,dll) berkaitan dengan Malaysia?

August 29th, 2009 Ahlul Faradish 11 comments

Ho ho ini abis buka malah disuguhi berita yang panas oleh MetroTV :D again.. malaysia bikin panas kuping orang Indonesia dengan berbagai macam aksi tidak jelas mereka, jikalaupun bukan aksi negaranya, but tetap saja orang Malaysia.

Apa yang ingin saya soroti sekali yaitu masalah Teroris yang sedang dikejar-kejar oleh negara Indonesia. Pertanyaannya adalah:

  1. Kenapa induk terorisnya orang Malaysia.
  2. Kenapa aksi bom dilakukan di tempat-tempat yang berhubungan dengan parawisata Indonesia
    1. Bali
    2. Kedubes Australia (kebanyakan wisatawan Indonesia luar negeri berasal dari Australia)
    3. Hotel di Jakarta yang menjadi tempat pertemuan pengusaha dan juga hotel yang menjadi tempat penginapan MU yang saat itu juga tengah main duluan di Malaysia.

Saya yakin ini semua bukan gara-gara pemahaman Islam yang salah, tapi karena ada sesuatu yang mengambil keuntungan dari keadaan Indonesia jika terjadi hal-hal semacam terorisme.

Saat ini malaysia jadi kunjungan pilihan oleh para wisatawan luarr negeri.

Jadi sudah saatnya kita mengembangkan topik teroris ini bahwa ini bukan karena kesalahan pemahaman agama saja.

Selain itu klaim sana-sini oleh malaysia ini juga merupakan hal yang secara etika tidaklah etis karena sudah jelas masih diklam. Penjelasan dari production house yang menyatakan itu khilaf tentu saja sangat tidak beralasan mengingat bahwa setiap design apalagi ini dengan skala besar tidaklah dibuat dengan sedikit pertimbangan tapi pertimbangan yang mendalam dengan waktu yang tidak sebentar.

Tahukah Anda?

Orang kita masuk malaysia itu kalau seandainya mencurigakan langsung di Introgasi, namanya aja yang agak mencurigai langsung ditelanjangi dan langsung di Introgasi.

Apakah kita juga bertindak yang sama dengan mereka?

Di sini kita menghargai siapa yang masuk sementara mereka sintimen sekali dengan orang Indonesia.

Apa tindakan kita?

Ayo berkomentar….

Categories: Hot News! Tags: ,

Mohon Maaf Lahir Batin

August 20th, 2009 Ahlul Faradish No comments

Cuma mo bilang:

“Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk semua ya :D”

- Keluarga, Saudara, Temen-temen, Temen nya temen, Kawan Bisnis, Lawan Bisnis, yang merasa dicuekin, yang merasa dizalimi, yang merasa sesuatu pokoknya mohon maaf semuanya yah :D

Dirini kadang silap, kadang salah (tapi banyak benernya lho :p), oleh karena ini pantas rasanya sejumput asa menghaturkan permohonan maaf ke semuanya yang menegenal dan dikenal Saya.

Moga Ramadhan ini kita sebagai umat Muslim bisa menuju kemenangan dengan jihad yang sebenarnya :D (bukan ngebom :D)

Jangan lupa dan tolong juga sama2 mengingatkan:

Puasa 30 hari, alquran 30 Jus, 1 jus 20 halaman, artinya 2 halaman sebelum dan 2 halaman sesudah shalat wajib.. [minimal]

Catet ya :D 2 halaman itu cuma 5-10 menit :D sangat singkat dibandingkan keabadian di akhirat kelak.

Mudah-mudahan kesempatan yang Allah berikan ini bisa kita manfaatkan dengan maksimal, karena belum tentu kita akan ketemu Ramadhan tahun depan.

Selamat Berpuasa…

Salam,
Ahlul and de gang

*/ de gang – famili maksdnya :p

Categories: Hot News!, Islam, Khas Ahlul Tags: ,

[User Request] Fungsi PHP untuk detect browser (tujuan: filtering)

August 19th, 2009 Ahlul Faradish 5 comments

TUTORIAL INI BEBAS DI COPY PASTE DAN DIANJURKAN UNTUK DISEBAR LUASKAN DENGAN CATATAN MOHON DISERTAKAN LINK KE SITUS PENULISNYA

Skrip ini saya gunakan juga di situs saya http://paneldotid.com

Memang keterbatasan beberapa Browser membuat situs kadang tidak tampil sempurna, oleh karena itu ada baiknya kita melakukan filtering agar situs kita dapat dibuka pada browser yang benar.

function browser_info($agent=null) {
$browser = array (
"MSIE", // parent
"OPERA",
"MOZILLA", // parent
"NETSCAPE",
"FIREFOX",
"SAFARI"
);
$info[browser] = "OTHER";
foreach ($browser as $parent) {
$s = strpos(strtoupper($_SERVER['HTTP_USER_AGENT']), $parent);
$f = $s + strlen($parent);
$version = substr($_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], $f, 5);
$version = preg_replace('/[^0-9,.]/','',$version);
if (strpos(strtoupper($_SERVER['HTTP_USER_AGENT']), $parent)) {
$info[browser] = $parent;
$info[version] = $version;
}
}
return $info;
}

contoh pemakaian:


$b_info = browser_info();
if($b_info[browser] == "MSIE") {
echo "Maaf situs ini tidak support IE, silahkan download firefox";
}

Semoga bermanfaat

$browser = array (
“MSIE”, // parent
“OPERA”,
“MOZILLA”, // parent
“NETSCAPE”,
“FIREFOX”,
“SAFARI”
);
$info[browser] = “OTHER”;
foreach ($browser as $parent) {
$s = strpos(strtoupper($_SERVER['HTTP_USER_AGENT']), $parent);
$f = $s + strlen($parent);
$version = substr($_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], $f, 5);
$version = preg_replace(‘/[^0-9,.]/’,”,$version);

if (strpos(strtoupper($_SERVER['HTTP_USER_AGENT']), $parent)) {
$info[browser] = $parent;
$info[version] = $version;
}
}

Pelecehan oleh AS: Superstar Bollywood Shahrukh Khan Ditahan di Bandara AS

August 16th, 2009 Ahlul Faradish 3 comments

Saya setuju dengan pemerikasaan yang ketat pada Bandara dan fasilitas publik untuk menjaga keamanan.

Cuma satu syaratnya, ini berlaku Adil untuk semua tanpa harus membedakan wajah, kulit, dan hal yang bersifat rasial lainnya.

Ini yang terjadi di Amerika, mentang-mentang wajah dan nama mencirikan nama-nama Islam maka mereka digeledah semaunya, dan diintensivkan dibanding yang lainnya.. Amerika.. memang rasial (just for AS Government) walaupun mereka bilang mereka menjunjung yang namanya HAM.

Berikut Kutipan berita Yahoo yang saya ambil:

New York (ANTARA/PTI-OANA) – Bintang film Bollywood Shahrukh Khan mendapat pengalaman tak mengenakkan Sabtu pagi di bandara Newark, Amerika Serikat, ketika ia ditahan dan ditanya selama sekitar dua jam sebelum kantor perwakilan misi India campur tangan dan menjamin pembebasannya.

Khan, 43, ditahan oleh petugas imigrasi yang ingin tahu mengapa ia mengunjungi AS dan pertanyaan-pertanyaan lain setelah namanya muncul di layar komputer di tempat pemeriksaan.

Aktor itu, yang bermaksud ke Chicago untuk ikut serta dalam perayaan Hari Kemerdekaan, mengatakan peristiwa itu “sedikit memalukan” bagi dirinya.

“Ini nama Muslim dan saya pikir nama tersebut biasa dalam daftar mereka,” katanya kepada saluran televisi India melalui telefon.

Di New Delhi, Duta Besar AS Timothy J Roemer melukiskan Khan sebagai “ikon global” yang merupakan tamu yang patut mendapat sambutan di AS.

“Saya ditahan…Saya dibawa ke satu ruang tempat beberapa orang lain menunggu pemeriksaan imigrasi. Mereka kelihatan jelas orang Asia,” kata Khan.

“Saya menunggu tas-tas yang saya bawa…Saya pikir enaknya mereka bawa saya ke ruang lain…Tetapi jelas bahwa para petugas melakukan pengecakan kedua,” ujarnya bintang film itu dengan nada marah, seraya menambahkan “Saya punya dokumen lengkap.”

Khan mengatakan ia berulang kali memberitahu para petugas bahwa dirinya seorang bintang film dan meminta mereka mengizinkannya berbicara dengan penghubungnya di AS, tapi tak diizinkan pada awalnya.

“Mereka mengatakan kontak telefon tak diperbolehkan. Tapi kemudian mereka mengizinkan sekali saja. Kemudian saya kirim pesan ke sekretaris saya, ke rumah dan ke (anggota parlemen dari Kongres Rajiv) Shukla,” ujarnya.

Khan mengatakan Shukla memberitahu kantor pwerwakilan India yang segera menghubungi pihak terkait dan menjamin pembebasannya.

“Mereka (para pejabat India) sungguh sangat membantu,” kata Khan.

Menurut dia, ada beberapa petugas yang mengetahui dirinya tapi mereka mengikuti peraturan.

“Saya selalu khawatir jika bepergian ke Amerika. Saya malu karena hal ini. Saya tidak seperti seorang teroris yang akan melakukan sesuatu terhadap negara itu.”

Khan, yang telah beberapa kali ke AS untuk pengambilan gambar film paling terakhirnya “My Name is Khan”, mengatakan peristiwa tersebut bukan yang pertama menimpanya.

“Ini bukan peristiwa yang pertama. Tapi saya sendirian saat ini. Ini sedikikit memalukan,” katanya.

Aktor itu, yang akan kembali ke India pada 20 Agustus, menolak menyebut insiden itu terkait dengan rasial, tetapi mengatakan hal ini terkait dengan nama Muslimnya.

“Saya selalu enggan pergi ke sini (AS). Mereka selalu berbuat begitu dan ini jadi perjalanan ganjil…Saya merasa terganggu. Mereka terus ajukan pertanyaan tak relevan dan tak penting seperti nomor telefon dan nomor hotel,” katanya.

Insiden itu terjadi dua bulan setelah superstar Malayalam Mammottyy ditahan di bandara JFK karena memiliki nama Ismail.

Aktor yang merupakan cucu penyanyi legendaris Mukesh, Neil Nitin Mukesh telah menuding bahwa ia ditahan di satu bandara Amerika karena petugas mengatakan wajahnya tak seperti orang India.

Dari New Delhi diberitakan Pemerintah India pada Sabtu bereksi keras atas penahanan Sakhrukh Khan dan menyatakan banyak insiden serupa terjadi di negara itu dan menyrankan aksi balasan.

“Saya berpendapat bahwa kita sebaiknya juga melakukan hal sama jika kita digeledah,” kata Menteri Informasi dan Penyiaran Amibika Soni.

Ia mengatakan banyak contoh seperti ini berasal dari AS tempat penggeledahan dilakukan dan “melampaui batas kewajaran”.

Other Result