Padek, Minggu, 11-Maret-2007, 09:05:23
Musibah gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter mengguncang wilayah Sumatera Barat, Selasa (6/3) lalu, diiringi berbagai kejadian luar biasa terjadi atas kuasa Allah SWT. Kejadian itu dapat disaksikan langsung dengan kasat mata oleh masyarakat.
Harmen- Sungai Tanang Kabupaten Agam Berbagai kejadian menakjubkan itu hingga kini menjadi pembicaraan masyarakat. Bahkan, tak kurang hal-hal luar biasa yang disaksikan, menjadi bahan penyuluhan moral sekaligus pematangan mental agama dari berbagai pihak. Di Kota Padang, masyarakat menyaksikan gumpalan awan membentuk tulisan ’Allah’ sekitar 40 menit setelah terjadinya gempa. Tulisan itu sangat jelas, dan bisa dibaca oleh banyak orang. Sekitar sepuluh menit kemudian, tulisan ’Allah’ berubah membentuk tulisan Muhammad dengan tulisan Arab. Dan dilihat lebih nyata, di atas huruf “Dal” dari tulisan Muhammad itu tertulis pula ’Allah’. Jika di telusuri lagi, awan itu pun membentuk tulisan “Muhammad Rasulullah”. Kejadian mengejutkan juga terlihat di Bukittinggi dan IV Koto Kabupaten Agam, masyarakat dengan kasat mata menyaksikan kebesaran Allah dengan gumpalan awam yang bertuliskan nama Allahuakbar dan Muhammadarrasullah. Kejadian luar biasa lainnya, saat musibah gempa bumi mengguncang Sumbar, dialami masyarakat Sungai Tanang, Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Allah SWT memperlihatkan kebesaran-Nya, pada umat yang betul-betul tawakal dan menjalankan ibadah dengan khusyuk. Adalah Nurbaniati (45), warga Sungai Tanang, salah satu korban yang tewas akibat guncangan gempa dahsyat itu. Nurbaniati yang mempunyai empat orang anak itu, meninggal dunia saat menjalankan ibadah shalat Zuhur di Masjid Al Amin, Sungai Tanang, ketika gempa mengguncang daerah itu. Nurbaniati yang sedang khusyuk melaksanakan ibadah dan berserah diri pada-Nya, tak peduli gempa menjemput nyawanya. Ia tetap menjalankan ibadah dengan tenang. Sementara, jamaah lain lari berhamburan saat gempa hebat memporak-porandakan masjid megah tersebut. ”Beliau betul-betul khusyuk beribadah, saat gempa mengguncang hebat. Jarang kita temui hal yang demikian,” ungkap salah seorang warga, Naro, kepada koran ini, seraya mengatakan dia termasuk orangnya sederhana dan memang rajin menunaikan shalat di masjid. Jasad korban saat prosesi jenazah menyebarkan bau harum luar biasa. Banyak yang menyaksikan kondisi jenazah yang sangat bersih, tenang, mencium bau harum dan menyebar di lokasi prosesi penyelenggaraan jenazah. Allah SWT memperlihatkan kebesaran-Nya. Bahkan banyak yang menduga, Nurbaniati mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Kekhusyukannya dalam menjalankan ibadah shalat Zuhur, tak peduli nyawanya terancam sekalipun, ibadah tetap dilaksanakan. ”Saat masyarakat dan keluarganya menyelenggarakan jenazah menyebar bau harum semerbak yang khas. Tidak bau sabun atau bunga-bungaan, harumnya khas. Ini hal yang luar biasa. Saya takjub sekali, Allah SWT memperlihatkan kebesaran-Nya,” ungkap Arfinus, staf Humas Pemkab Agam, yang berada di lokasi kejadian, saat masyarakat memandikan jenazah. Arfinus sendiri mengaku baru pertama kali dalam hidupnya menyaksikan dan mencium bau
harum khas itu. Malah, dia mengaku langsung mengucap keagungan nama Allah SWT bersama puluhan masyarakat lain yang mencium bau harum semerbak yang menyebar di sekitar lokasi prosesi pemandian. Bahkan, Arfinus sempat mengabadikan prosesi pemandian mayat Nurbaniati, yang baru tiga bulan ditinggal suaminya yang lebih berpulang tersebut. ”Ini hal luar biasa yang kami rasakan. Ini kejadian pertama yang kami alami,” ungkap Arfinus.
Arfinus menceritakan saat mencium bau harum yang khas itu, tak hanya dirinya yang mengucap kebesaran nama Allah SWT. Tapi, juga puluhan masyarakat. ”Ini bukti keagungan Tuhan. Ini hal luar biasa, ” ungkapnya berulang-ulang. Mungkin hal ini, sebuah mukjizat pula bagi Arfinus bisa mencium bau harum yang diduga memancar dari tubuh mayat Nurbaniati.
Tunjukkan Kebesaran-Nya
Sementara itu, salah seorang ulama juga Ketua MUI Kota Padang Syamsul Bahri Khatib menuturkan kejadian jasad harum ini, sejarah Islam telah memperlihatkan kejadian tersebut. Seperti, Masyithah dan pada masa ulama Islam dulunya. “Kalau memang peristiwa ini tidak di buat-buat orang, berarti Allah SWT menunjukkan kebesaranNya. Biasanya, ketika pada masa hidupnya tidak diperlihatkan oleh Allah SWT. Akan tetapi, ketika dia telah tiada Allah SWT memperlihatkannya,” ucap Syamsul.
Syamsul mencontohkan geraham, ketika sehat geraham tidak terasa. Namun, ketika geraham sakit akan terasa. Tuhan memperlihatkan kekuasaan dan kebesaranNya bisa seperti itu. “Diharapkan, kita harus kembali kepada Tuhan, banyak bertaubat, berzikir, dan yang wajib jangan sampai dilalaikan. Hendaklah melihat kejadian itu dengan kaca mata setulus-tulusnya,” tukas Syamsul. (*)
Dikutip penuh dari :
http:/www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=15515
Recent Comments