Dilema Speedy, karena merasa dibutuhkan sering mengabaikan kualitas?
- Sunday, January 10, 2010, 23:07
- Catatan Lepas, Khas Ahlul, Lagi Iseng
- 525 views
- 1 comment
He2, speedy – speedy…
Memang seperti memakan buah simalakama, dimakan mati ga dimakan mati…
Begitulah yang kira-kira terjadi pada speedy, habis kemaren mati 3 hari
Dan sepertinya ini memang sering terjadi dulu begitu juga.
Dan setiap ditelepon kami akan memberikan potongan 2% pada abodemen jika tidak bisa connect lebih dari 3 hari..
Nah ya gimana ngganti, ini connectnya di hari ketiga
akhirnya ya ga jadi nganti dunk.
Ditanya ke CSnya masalah nya itu keitu aja, suruh cek modem dan sejenisnya, jarangn yang bener2 membantu.
Soalnya dari pengalaman saya termasuk yang barusan mati 3 hari memang sungguh aneh karena sudah 3 hari masalahnya statusnya masih dalam pengecekan, dan yang bohongnya semuanya mengatakan nanti akan datang teknisi kerumah anda
duh dah tak tungguin ga datang-datang juga…
————————
He2.. nah begitu lah potret dinegara kita, temen ada yang diluar negeri itu main di deket stasiun sambil nunggu kereta aja gratis dengan kecepatan yang sungguh jauh jika kita bayangin dari indonesia…
Saat nya kita juga mereformasi sistem,
dulu kenapa mahal, oklah.. insfrastruktur.. masuk akal jika itu dijadikan alasan…
Nah ditengah saat sekarang ini dimana hampir insfrastruktur sudah terbangun lumayan… kok internet masih mahal dan qualitas masih jauh dari memadai…
——
Ini memang harapan, but berharap terjadi dimasa depan
——
Alhamdulillah, speedynya dah idup.. (yang penting bersyukur aja
)
About the Author
One Comment on “Dilema Speedy, karena merasa dibutuhkan sering mengabaikan kualitas?”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!





Duh, jangan sampai kejadian di tempat saya. Kalau sampai mati 3 hari, bisa mati kutu
4 bulan langganan speedy, Alhamdulillah masih belum ada kendala berarti. Tapi memang bener, kalau ada gangguan dan nelpon CS, jarang dapet solusi bermutu.